Lewati ke konten
O OtoPajak

Pajak Tahunan Honda Civic: Rincian & Perbandingan Antar Provinsi

Pajak tahunan Honda Civic 2022 di Jakarta mencapai Rp4.143.000, sementara di Jawa Barat hanya Rp2.609.904. Lihat rincian PKB, opsen, dan SWDKLLJ-nya.

Disusun oleh Tim OtoPajak

Berapa Pajak Tahunan Honda Civic?

Honda Civic bukan mobil murah, dan pajaknya juga tidak bisa dianggap enteng. Tapi berapa tepatnya? Jawaban itu bergantung pada dua hal: tahun produksi yang menentukan NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor), dan provinsi tempat kendaraan terdaftar yang menentukan tarif PKB serta ada-tidaknya opsen.

Artikel ini menggunakan Honda Civic generasi ke-11 (2022) sebagai contoh acuan, dengan NJKB referensi Rp415.000.000 (sedan 1.500cc turbo). Angka ini bersumber dari database Samsat yang digunakan sebagai dasar penetapan PKB.


Komponen Pajak Tahunan

Sebelum masuk ke angka, pahami dulu apa saja yang membentuk tagihan di lembar STNK Anda:

  • PKB (Pajak Kendaraan Bermotor): pajak pokok tahunan, dihitung dari NJKB × bobot × tarif provinsi.
  • Opsen PKB: tambahan 66% dari PKB pokok, dipungut oleh kabupaten/kota. Berlaku di semua provinsi kecuali DKI Jakarta (yang tidak memiliki kabupaten/kota otonom).
  • SWDKLLJ: iuran asuransi kecelakaan lalu lintas, tarif nasional Rp143.000 untuk mobil pribadi.
  • PNBP STNK: biaya penerbitan/perpanjangan STNK, Rp200.000 untuk mobil (dibayar setahun sekali meski secara teknis ini biaya pengesahan).

Bobot untuk Honda Civic ditetapkan 1,0 karena termasuk kendaraan pribadi kategori standar.


Contoh Perhitungan: Jakarta vs Jawa Barat vs Jawa Tengah

Tiga provinsi ini sering jadi perbandingan karena tarifnya berbeda cukup signifikan.

DKI Jakarta (PKB 2,00%, tanpa opsen)

NJKB          : Rp415.000.000
Bobot         : 1,0
Tarif PKB     : 2,00%

PKB           = Rp415.000.000 × 1,0 × 2,00%
              = Rp8.300.000

Opsen PKB     = tidak ada (Jakarta)

SWDKLLJ       = Rp143.000

Total tagihan = Rp8.300.000 + Rp143.000
              = Rp8.443.000

Angka ini belum termasuk PNBP STNK Rp200.000 yang biasanya tercetak terpisah di STNK, sehingga total yang Anda bayar di loket Samsat adalah sekitar Rp8.643.000.

Jakarta memang tidak mengenakan opsen, tapi tarif PKB-nya 2,00% adalah salah satu yang tertinggi di Indonesia. Hasilnya, beban pajak di Jakarta lebih berat dibanding provinsi lain yang menerapkan tarif lebih rendah meski ditambah opsen 66%.

Jawa Barat (PKB 1,12%, opsen 66% aktif)

NJKB          : Rp415.000.000
Bobot         : 1,0
Tarif PKB     : 1,12%

PKB pokok     = Rp415.000.000 × 1,0 × 1,12%
              = Rp4.648.000

Opsen PKB     = Rp4.648.000 × 66%
              = Rp3.067.680

Total PKB     = Rp4.648.000 + Rp3.067.680
              = Rp7.715.680

SWDKLLJ       = Rp143.000

Total tagihan = Rp7.715.680 + Rp143.000
              = Rp7.858.680

Tambah PNBP STNK Rp200.000, total di loket menjadi sekitar Rp8.058.680. Lebih murah dari Jakarta meski ada opsen, karena tarif pokok Jabar 1,12% jauh di bawah 2,00%.

Jawa Tengah (PKB 1,05%, opsen 66% aktif)

NJKB          : Rp415.000.000
Bobot         : 1,0
Tarif PKB     : 1,05%

PKB pokok     = Rp415.000.000 × 1,05%
              = Rp4.357.500

Opsen PKB     = Rp4.357.500 × 66%
              = Rp2.875.950

Total PKB     = Rp4.357.500 + Rp2.875.950
              = Rp7.233.450

SWDKLLJ       = Rp143.000

Total tagihan = Rp7.233.450 + Rp143.000
              = Rp7.376.450

Total di loket sekitar Rp7.576.450. Jawa Tengah punya tarif PKB pokok terendah di antara ketiganya, sehingga meski opsen 66% tetap berlaku, total akhirnya paling ringan.


Perbandingan Tarif di 10 Provinsi Populer

Tabel berikut menggunakan NJKB Honda Civic 2022 yang sama (Rp415.000.000) dengan bobot 1,0. Kolom "Total PKB" sudah mencakup opsen bila berlaku, belum termasuk SWDKLLJ dan PNBP STNK.

Provinsi Tarif PKB Opsen PKB Pokok Opsen (Rp) Total PKB
DKI Jakarta 2,00% Tidak Rp8.300.000 - Rp8.300.000
Banten 1,75% Ya Rp7.262.500 Rp4.793.250 Rp12.055.750
Sumatera Utara 1,75% Ya Rp7.262.500 Rp4.793.250 Rp12.055.750
Kalimantan Timur 1,75% Ya Rp7.262.500 Rp4.793.250 Rp12.055.750
DI Yogyakarta 1,50% Ya Rp6.225.000 Rp4.108.500 Rp10.333.500
Jawa Timur 1,20% Ya Rp4.980.000 Rp3.286.800 Rp8.266.800
Jawa Barat 1,12% Ya Rp4.648.000 Rp3.067.680 Rp7.715.680
Jawa Tengah 1,05% Ya Rp4.357.500 Rp2.875.950 Rp7.233.450
Kepulauan Riau 1,25% Ya Rp5.187.500 Rp3.423.750 Rp8.611.250
Bangka Belitung 1,25% Ya Rp5.187.500 Rp3.423.750 Rp8.611.250

Perhatikan Banten, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur: tarif pokoknya 1,75%, lalu ditambah opsen 66%, total PKB-nya malah jauh melampaui Jakarta yang 2,00% tanpa opsen. Ini salah satu implikasi sistem opsen yang berlaku sejak UU 1/2022 tentang HKPD.


Kenapa Total PKB Banten Lebih Mahal dari Jakarta?

Ini pertanyaan yang sering muncul. Jakarta tarifnya 2,00% dan terkesan tinggi, tapi tidak ada opsen. Banten tarifnya 1,75% dan ada opsen 66%.

Hitungannya:

  • Jakarta: 2,00% saja = 2,00%
  • Banten efektif: 1,75% × (1 + 66%) = 1,75% × 1,66 = 2,905%

Jadi secara efektif, pemilik Civic di Banten menanggung beban pajak hampir 2,9% dari NJKB, sementara di Jakarta hanya 2,0%. Opsen memang tidak kelihatan di headline tarif, tapi terasa di tagihan akhir.


NJKB Honda Civic Berdasarkan Tahun

NJKB ditetapkan setiap tahun oleh pemerintah melalui Permendagri tentang dasar pengenaan PKB dan BBNKB. Nilainya tidak sama dengan harga pasar, dan biasanya lebih rendah dari harga OTR. Semakin tua kendaraan, NJKB-nya semakin turun mengikuti faktor penyusutan.

Sebagai gambaran umum:

  • Honda Civic 2022 (generasi 11, 1.500cc turbo): NJKB sekitar Rp415.000.000
  • Honda Civic 2020 (generasi 10, 1.500cc turbo): NJKB lebih rendah karena faktor penyusutan dua tahun
  • Honda Civic 2018 ke bawah: NJKB sudah turun cukup signifikan

Untuk angka NJKB yang presisi sesuai plat nomor Anda, cek langsung di Samsat online provinsi masing-masing atau gunakan kalkulator OtoPajak.


Pajak Lima Tahunan: Ada Biaya Tambahan

Setiap lima tahun, selain PKB dan SWDKLLJ, Anda membayar biaya tambahan:

  • PNBP STNK (perpanjangan): Rp200.000
  • TNKB (plat nomor baru): Rp100.000

Khusus ganti plat, ini hanya wajib dilakukan saat perpanjangan lima tahunan. Untuk pembayaran tahunan, Anda hanya membayar PKB + opsen + SWDKLLJ + pengesahan STNK.

Jadi total lima tahunan di Jakarta untuk Civic 2022:

PKB + opsen   : Rp8.300.000
SWDKLLJ       : Rp143.000
PNBP STNK     : Rp200.000
TNKB          : Rp100.000

Total 5 tahun : Rp8.743.000

Tips Praktis

Kalau Anda baru beli Civic bekas dan ingin tahu estimasi pajak tahunannya sebelum bayar, yang perlu Anda ketahui hanya dua hal: NJKB kendaraan (bisa dicek di Samsat atau dari STNK lama) dan provinsi registrasi. Dari situ, hitung dengan rumus:

PKB pokok = NJKB × bobot × tarif PKB provinsi
Opsen     = PKB pokok × 66% (jika berlaku)
Total     = PKB pokok + opsen + Rp143.000 (SWDKLLJ)

Satu hal yang sering terlewat: NJKB di STNK lama mungkin sudah tidak akurat karena Permendagri dasar pengenaan direvisi setiap tahun. Gunakan NJKB terbaru dari sistem Samsat untuk hasil yang benar.


Cek estimasi pajak Civic Anda yang lebih akurat langsung di Kalkulator OtoPajak. Masukkan tahun, model, dan provinsi, hasilnya sudah memperhitungkan tarif PKB terbaru dan opsen sesuai daerah Anda.

Regulasi yang dirujuk

  • UU 1/2022 tentang HKPD
  • Permendagri 4/2022 tentang dasar pengenaan PKB
  • PP 76/2017 tarif SWDKLLJ