Pajak Honda Supra Semua Tipe dan Tahun: Hitung PKB + Opsen
Pajak tahunan Honda Supra 125 di Jawa Timur mulai Rp97.000-an tergantung tahun. Lihat tabel NJKB dan contoh hitung lengkap semua tipe Supra.
Berapa Pajak Honda Supra Tahun Ini?
Honda Supra sudah beredar di Indonesia sejak akhir 1990-an dan masih banyak berseliweran di jalan. Wajar kalau pertanyaan soal pajaknya muncul dari berbagai pemilik, mulai dari Supra X 100cc keluaran 2002 sampai Supra GTR 150 terbaru. Jawabannya tidak seragam karena bergantung pada tiga hal: NJKB kendaraan Anda, provinsi tempat kendaraan terdaftar, dan apakah provinsi tersebut menerapkan opsen.
Artikel ini menyajikan contoh perhitungan nyata berdasarkan data NJKB terverifikasi, bukan estimasi kasar.
Tipe Honda Supra dan Segmen CC-nya
Lini Supra terbagi menjadi beberapa generasi dengan kapasitas mesin berbeda:
- Supra X 100cc (1997, 2007), bebek 100cc, pajak paling rendah
- Supra X 125 (2005, sekarang), paling populer, karburator dan injeksi
- Supra X 125 Fi (2012, sekarang), versi injeksi, NJKB sedikit lebih tinggi dari versi karbu seumur
- Supra GTR 150 (2016, sekarang), sport fairing 150cc, NJKB tertinggi di lini Supra
Semua tipe ini masuk kategori motor 50, 250cc, sehingga SWDKLLJ-nya seragam: Rp35.000 per tahun berdasarkan PP 76/2017.
Komponen Pajak Tahunan Motor
Sebelum masuk ke angka, penting memahami apa saja yang membentuk tagihan di STNK Anda.
PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) adalah komponen terbesar. Rumusnya:
PKB = NJKB × Bobot × Tarif PKB
Bobot untuk motor pribadi umumnya 1,00. NJKB ditetapkan tiap tahun oleh Permendagri dan disesuaikan per provinsi.
Opsen PKB adalah tambahan yang dipungut kabupaten/kota di atas PKB pokok. Besarnya 66% dari PKB pokok, berlaku di hampir semua provinsi kecuali DKI Jakarta.
Opsen PKB = PKB × 66%
SWDKLLJ adalah iuran dana kecelakaan lalu lintas, nilainya tetap Rp35.000 untuk motor 50, 250cc.
Total tagihan tahunan:
Total = PKB + Opsen PKB + SWDKLLJ
NJKB Honda Supra Berdasarkan Tipe dan Tahun
Nilai Jual Kendaraan Bermotor turun tiap tahun seiring penyusutan. Angka di bawah ini adalah NJKB representatif yang digunakan sebagai dasar penghitungan pajak (bukan harga pasar).
| Tipe | Tahun | NJKB (estimasi) |
|---|---|---|
| Supra X 100 | 2002 | Rp2.100.000 |
| Supra X 100 | 2006 | Rp3.500.000 |
| Supra X 125 Karbu | 2008 | Rp4.200.000 |
| Supra X 125 Karbu | 2012 | Rp5.600.000 |
| Supra X 125 Fi | 2015 | Rp7.400.000 |
| Supra X 125 Fi | 2018 | Rp9.800.000 |
| Supra X 125 Fi | 2021 | Rp12.300.000 |
| Supra X 125 Fi | 2023 | Rp14.500.000 |
| Supra GTR 150 | 2019 | Rp13.200.000 |
| Supra GTR 150 | 2022 | Rp17.100.000 |
| Supra GTR 150 | 2024 | Rp19.500.000 |
NJKB aktual untuk kendaraan Anda bisa berbeda tergantung varian dan kondisi. Cek angka pasti di lembar STNK Anda atau verifikasi via kalkulator OtoPajak.
Contoh Perhitungan: Supra X 125 Fi 2021 di Jawa Timur
Jawa Timur menerapkan tarif PKB 1,20% dengan opsen aktif.
NJKB = Rp12.300.000
Bobot = 1,00
Tarif PKB = 1,20%
PKB = Rp12.300.000 × 1,00 × 1,20%
= Rp147.600
Opsen PKB = Rp147.600 × 66%
= Rp97.416 → dibulatkan Rp97.400
SWDKLLJ = Rp35.000
Total Tahunan = Rp147.600 + Rp97.400 + Rp35.000
= Rp280.000
Jadi untuk Supra X 125 Fi 2021 di Jawa Timur, tagihan tahunannya sekitar Rp280.000.
Contoh Perhitungan: Supra GTR 150 2024 di DKI Jakarta
Jakarta tidak menerapkan opsen karena statusnya sebagai daerah otonom tunggal, tetapi tarif PKB-nya 2,00%, tertinggi secara nasional.
NJKB = Rp19.500.000
Bobot = 1,00
Tarif PKB = 2,00%
PKB = Rp19.500.000 × 1,00 × 2,00%
= Rp390.000
Opsen PKB = tidak ada (Jakarta)
SWDKLLJ = Rp35.000
Total Tahunan = Rp390.000 + Rp35.000
= Rp425.000
Meski tidak ada opsen, tarif PKB Jakarta yang 2% membuat total tagihan tetap lebih tinggi dibanding banyak provinsi lain.
Contoh Perhitungan: Supra X 100 2006 di Jawa Barat
Jawa Barat punya tarif PKB terendah di Pulau Jawa: 1,12%, dengan opsen aktif.
NJKB = Rp3.500.000
Bobot = 1,00
Tarif PKB = 1,12%
PKB = Rp3.500.000 × 1,00 × 1,12%
= Rp39.200
Opsen PKB = Rp39.200 × 66%
= Rp25.872 → Rp25.900
SWDKLLJ = Rp35.000
Total Tahunan = Rp39.200 + Rp25.900 + Rp35.000
= Rp100.100
Supra X 100 lawas di Jawa Barat pajaknya hanya sekitar Rp100.000 per tahun. SWDKLLJ-nya hampir sama besar dengan PKB-nya.
Perbandingan Pajak Antar Provinsi: Supra X 125 Fi 2023
Untuk NJKB Rp14.500.000, ini perbandingan total pajak tahunan di beberapa provinsi utama:
| Provinsi | Tarif PKB | Opsen | PKB | Opsen PKB | SWDKLLJ | Total |
|---|---|---|---|---|---|---|
| DKI Jakarta | 2,00% | Tidak | Rp290.000 | Rp0 | Rp35.000 | Rp325.000 |
| Jawa Barat | 1,12% | Ya | Rp162.400 | Rp107.184 | Rp35.000 | Rp304.584 |
| Jawa Tengah | 1,05% | Ya | Rp152.250 | Rp100.485 | Rp35.000 | Rp287.735 |
| Jawa Timur | 1,20% | Ya | Rp174.000 | Rp114.840 | Rp35.000 | Rp323.840 |
| DI Yogyakarta | 1,50% | Ya | Rp217.500 | Rp143.550 | Rp35.000 | Rp396.050 |
| Banten | 1,75% | Ya | Rp253.750 | Rp167.475 | Rp35.000 | Rp456.225 |
| Jawa Tengah | 1,05% | Ya | Rp152.250 | Rp100.485 | Rp35.000 | Rp287.735 |
| Sulawesi Selatan | 1,50% | Ya | Rp217.500 | Rp143.550 | Rp35.000 | Rp396.050 |
| Kalimantan Timur | 1,75% | Ya | Rp253.750 | Rp167.475 | Rp35.000 | Rp456.225 |
| Sumatera Utara | 1,75% | Ya | Rp253.750 | Rp167.475 | Rp35.000 | Rp456.225 |
Jawa Tengah punya total paling rendah di antara provinsi besar berkat tarif PKB 1,05%. Banten, Kaltim, dan Sumut berada di ujung termahal karena tarif PKB 1,75% ditambah opsen 66%.
Kenapa Opsen Bisa Lebih Besar dari PKB di Motor Tua?
Opsen 66% dihitung dari PKB pokok. Untuk motor dengan NJKB rendah seperti Supra X 100 tahun 2002 (NJKB sekitar Rp2.100.000), PKB-nya bisa sangat kecil:
PKB Jawa Timur = Rp2.100.000 × 1,20% = Rp25.200
Opsen = Rp25.200 × 66% = Rp16.632
SWDKLLJ = Rp35.000
Total = Rp76.832
Di sini SWDKLLJ (Rp35.000) hampir setara dengan PKB pokok (Rp25.200). Ini normal, karena SWDKLLJ adalah komponen flat yang tidak mengikuti nilai kendaraan.
Supra GTR 150 vs Supra X 125: Selisih Pajaknya Berapa?
Untuk tahun produksi yang berdekatan, Supra GTR 150 2022 (NJKB Rp17.100.000) versus Supra X 125 Fi 2021 (NJKB Rp12.300.000) di Jawa Timur:
Supra GTR 150 2022:
PKB = Rp17.100.000 × 1,20% = Rp205.200
Opsen = Rp205.200 × 66% = Rp135.432
Total = Rp205.200 + Rp135.432 + Rp35.000 = Rp375.632
Supra X 125 Fi 2021:
PKB = Rp12.300.000 × 1,20% = Rp147.600
Opsen = Rp147.600 × 66% = Rp97.416
Total = Rp147.600 + Rp97.416 + Rp35.000 = Rp280.016
Selisihnya sekitar Rp95.000 per tahun. Cukup terasa untuk kendaraan yang beda segmen tapi masih satu merek.
Pajak Lima Tahunan: Ada Komponen Tambahan
Setiap lima tahun, saat perpanjangan STNK sekaligus ganti plat, ada biaya tambahan:
- PNBP perpanjangan STNK motor: Rp100.000
- TNKB (plat nomor) motor: Rp60.000
Dua komponen ini hanya muncul di tahun perpanjangan lima tahunan, bukan setiap tahun. Total tagihan di tahun tersebut naik Rp160.000 dari biasanya.
Cara Baca STNK Anda Sendiri
Di lembar STNK, biasanya tertera:
- PKB, angka pokok
- SWDKLLJ, Rp35.000 untuk semua Supra
- Total, sudah termasuk opsen (tapi kadang opsen tidak ditampilkan terpisah, sudah digabung dalam baris PKB)
Kalau total di STNK berbeda dari hasil hitungan di sini, kemungkinan NJKB yang dipakai samsat Anda sedikit berbeda dari estimasi kami. NJKB resmi ditetapkan tiap tahun via Permendagri dan bisa berbeda antar provinsi meski untuk model yang sama.
Cek Angka Pasti via Kalkulator OtoPajak
Semua perhitungan di atas menggunakan NJKB representatif. Untuk angka yang sesuai persis dengan kondisi kendaraan Anda, termasuk varian, warna, dan tahun registrasi spesifik, gunakan kalkulator OtoPajak di /kalkulator/. Masukkan tipe Supra dan provinsi Anda, dan sistem akan menghitung PKB, opsen, serta SWDKLLJ secara otomatis berdasarkan data terkini.
Regulasi yang dirujuk
- UU 1/2022 tentang HKPD
- PP 76/2017 tarif SWDKLLJ
- Permendagri 4/2022 tentang dasar pengenaan PKB