Pajak Honda BeAT Tahunan: Hitungan Lengkap per Provinsi
PKB tahunan Honda BeAT 2024 di Jakarta Rp272.000, di Jawa Barat Rp186.000. Lihat rincian NJKB, opsen, dan SWDKLLJ semua provinsi di sini.
Berapa Pajak Honda BeAT per Tahun?
Honda BeAT adalah motor paling laris di Indonesia, tapi banyak pemiliknya yang tidak tahu persis angka pajak tahunan yang harus dibayar, dan lebih tidak tahu lagi kenapa angkanya berbeda antara satu provinsi dengan provinsi lain.
Jawaban singkatnya: pajak tahunan Honda BeAT terdiri dari tiga komponen utama, yaitu PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), opsen PKB (untuk provinsi yang menerapkannya), dan SWDKLLJ. Total yang Anda bayar di Samsat bervariasi antara Rp220.000 sampai Rp380.000 tergantung tahun motor dan domisili.
Berikut ini perhitungan detail dengan angka nyata.
Dasar Hitung: NJKB dan Bobot
PKB dihitung dari NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor) yang ditetapkan pemerintah, bukan harga jual di pasaran. NJKB Honda BeAT bervariasi per tahun produksi dan varian:
| Varian & Tahun | NJKB (estimasi) |
|---|---|
| Honda BeAT 2024 (standar) | Rp16.800.000 |
| Honda BeAT 2023 | Rp16.200.000 |
| Honda BeAT 2022 | Rp15.600.000 |
| Honda BeAT 2020 | Rp14.000.000 |
| Honda BeAT 2018 | Rp12.000.000 |
Angka NJKB di STNK Anda mungkin sedikit berbeda karena setiap provinsi bisa menyesuaikan tabel NJKB secara berkala. Selalu cek angka di STNK Anda sebagai patokan resmi.
Bobot kendaraan untuk motor roda dua umumnya 1,00, artinya NJKB langsung dikali tarif PKB tanpa koreksi tambahan.
Rumus dasarnya:
PKB = NJKB × bobot × tarif PKB provinsi
Opsen PKB = PKB × 66% (hanya untuk provinsi yang menerapkan opsen)
Total Pajak = PKB + Opsen PKB + SWDKLLJ
SWDKLLJ untuk motor 50-250cc adalah Rp35.000 (tetap, nasional, berdasarkan PP 76/2017).
Contoh Perhitungan: Honda BeAT 2024 di Jakarta
DKI Jakarta tidak menerapkan opsen PKB (sesuai UU 1/2022 tentang HKPD, Jakarta adalah daerah khusus tanpa kabupaten/kota di bawahnya, sehingga opsen tidak berlaku). Tarif PKB Jakarta adalah 2,00%.
NJKB = Rp16.800.000
Bobot = 1,00
Tarif PKB = 2,00%
PKB = Rp16.800.000 × 1,00 × 2,00%
= Rp336.000
Opsen PKB = tidak ada (DKI Jakarta)
SWDKLLJ = Rp35.000
Total PKB + SWDKLLJ = Rp336.000 + Rp35.000
= Rp371.000
Jadi untuk Honda BeAT 2024 di Jakarta, Anda membayar sekitar Rp371.000 per tahun.
Contoh Perhitungan: Honda BeAT 2024 di Jawa Barat
Jawa Barat menerapkan tarif PKB 1,12% dengan opsen 66% aktif (berdasarkan Perda Jawa Barat yang mengacu UU 1/2022).
NJKB = Rp16.800.000
Bobot = 1,00
Tarif PKB = 1,12%
PKB = Rp16.800.000 × 1,00 × 1,12%
= Rp188.160
Opsen PKB = Rp188.160 × 66%
= Rp124.186 (dibulatkan Rp124.200)
SWDKLLJ = Rp35.000
Total = Rp188.160 + Rp124.200 + Rp35.000
= Rp347.360
Total yang dibayar sekitar Rp347.000. Angka PKB pokok lebih rendah dari Jakarta, tapi setelah ditambah opsen, selisihnya tidak terlalu jauh.
Contoh Perhitungan: Honda BeAT 2024 di Jawa Tengah
Jawa Tengah punya tarif PKB paling rendah di antara provinsi besar Jawa, yaitu 1,05%.
NJKB = Rp16.800.000
Bobot = 1,00
Tarif PKB = 1,05%
PKB = Rp16.800.000 × 1,00 × 1,05%
= Rp176.400
Opsen PKB = Rp176.400 × 66%
= Rp116.424
SWDKLLJ = Rp35.000
Total = Rp176.400 + Rp116.424 + Rp35.000
= Rp327.824
Hampir Rp328.000 per tahun untuk BeAT 2024 di Jawa Tengah.
Perbandingan Antar-Provinsi
Supaya mudah dibandingkan, tabel berikut menghitung total pajak tahunan Honda BeAT 2024 (NJKB Rp16.800.000) di beberapa provinsi:
| Provinsi | Tarif PKB | PKB Pokok | Opsen (66%) | SWDKLLJ | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| DKI Jakarta | 2,00% | Rp336.000 | Rp0 | Rp35.000 | Rp371.000 |
| Sumatera Utara | 1,75% | Rp294.000 | Rp194.040 | Rp35.000 | Rp523.040 |
| Banten | 1,75% | Rp294.000 | Rp194.040 | Rp35.000 | Rp523.040 |
| Kalimantan Timur | 1,75% | Rp294.000 | Rp194.040 | Rp35.000 | Rp523.040 |
| DI Yogyakarta | 1,50% | Rp252.000 | Rp166.320 | Rp35.000 | Rp453.320 |
| Jawa Timur | 1,20% | Rp201.600 | Rp133.056 | Rp35.000 | Rp369.656 |
| Jawa Barat | 1,12% | Rp188.160 | Rp124.186 | Rp35.000 | Rp347.346 |
| Jawa Tengah | 1,05% | Rp176.400 | Rp116.424 | Rp35.000 | Rp327.824 |
| Kepulauan Riau | 1,25% | Rp210.000 | Rp138.600 | Rp35.000 | Rp383.600 |
| Bangka Belitung | 1,25% | Rp210.000 | Rp138.600 | Rp35.000 | Rp383.600 |
Dua hal yang langsung terlihat dari tabel ini:
- DKI Jakarta yang tarifnya tertinggi (2%) justru totalnya lebih rendah dari Banten (1,75%) karena Jakarta tidak kena opsen.
- Jawa Tengah adalah provinsi dengan total pajak BeAT paling ringan di antara provinsi besar pulau Jawa.
Motor BeAT Lama? Pajaknya Lebih Murah
NJKB turun setiap tahun seiring penyusutan nilai kendaraan. Ini langsung berpengaruh ke PKB yang Anda bayar.
Contoh Honda BeAT 2018 (NJKB estimasi Rp12.000.000) di Jawa Timur:
PKB = Rp12.000.000 × 1,00 × 1,20%
= Rp144.000
Opsen PKB = Rp144.000 × 66%
= Rp95.040
SWDKLLJ = Rp35.000
Total = Rp144.000 + Rp95.040 + Rp35.000
= Rp274.040
Dibanding BeAT 2024 di provinsi yang sama (Rp369.656), pemilik BeAT 2018 hemat hampir Rp95.000 per tahun. Selisih itu murni karena perbedaan NJKB.
Apa Itu Opsen PKB dan Kenapa DKI Tidak Punya?
Opsen PKB adalah pungutan tambahan yang dipungut pemerintah kabupaten/kota di atas PKB pokok provinsi. Dasarnya UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD). Tarifnya seragam 66% dari PKB pokok.
DKI Jakarta dikecualikan karena strukturnya berbeda: tidak ada kabupaten/kota otonom di bawah provinsi DKI, sehingga mekanisme bagi hasil opsen tidak berlaku. Hasilnya, meski tarif PKB Jakarta paling tinggi secara nominal, total beban pajaknya kadang lebih rendah dari provinsi lain yang tarifnya lebih kecil tapi kena opsen.
Pajak BeAT Saat Beli Baru: BBNKB
Kalau Anda baru beli BeAT dari diler, ada satu komponen tambahan yang hanya muncul sekali: BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor).
BBNKB dihitung dari NJKB juga:
BBNKB = NJKB × tarif BBNKB provinsi
Contoh, BeAT 2024 beli baru di Jawa Barat (tarif BBNKB 8%):
BBNKB = Rp16.800.000 × 8%
= Rp1.344.000
Ditambah opsen BBNKB 66%:
Opsen BBNKB = Rp1.344.000 × 66%
= Rp887.040
Total BBNKB = Rp1.344.000 + Rp887.040
= Rp2.231.040
Angka ini biasanya sudah masuk dalam harga OTR (On The Road) yang dikutip diler. Tapi penting Anda pahami komponennya agar tidak bingung saat terima rincian dari diler.
Untuk Jakarta (tarif BBNKB 12,5%, tanpa opsen):
BBNKB = Rp16.800.000 × 12,5%
= Rp2.100.000
Apa yang Tercantum di STNK Saat Bayar di Samsat?
Saat bayar pajak tahunan di Samsat, struk pembayaran Anda akan mencantumkan:
- PKB pokok: ini yang dihitung dari NJKB × bobot × tarif
- Opsen PKB (jika provinsi Anda menerapkannya): 66% dari PKB pokok
- SWDKLLJ: Rp35.000 untuk motor 50-250cc, flat nasional
- PNBP pengesahan STNK tahunan: Rp25.000 untuk motor (ini bukan pajak, tapi tetap dibayar di loket yang sama)
Jadi total yang keluar dari kantong lebih tinggi dari sekadar PKB + opsen + SWDKLLJ karena ada PNBP Rp25.000 itu. Beberapa kalkulator online tidak menyertakan PNBP ini, jadi jangan kaget kalau angka di struk sedikit lebih tinggi dari perhitungan murni PKB.
Cek Angka Anda Sebelum ke Samsat
NJKB di STNK Anda adalah angka paling akurat untuk menghitung PKB. Cukup ambil NJKB dari STNK lama, kalikan tarif PKB provinsi Anda, tambahkan opsen jika berlaku, lalu tambahkan SWDKLLJ Rp35.000.
Kalau mau lebih cepat, gunakan kalkulator OtoPajak di /kalkulator/ untuk menghitung PKB tahunan BeAT Anda secara otomatis berdasarkan provinsi dan tahun kendaraan.
Regulasi yang dirujuk
- UU 1/2022 tentang HKPD
- Permendagri 4/2022 tentang dasar pengenaan PKB
- PP 76/2017 tarif SWDKLLJ